Sui Generis

hide

Read Next

Resensi Biografi Tokoh : Burhanuddin Muhtadi

Selama beberapa bulan terakhir, mayoritas konten pemberitaan di berbagai media, terutama televisi, didominasi oleh pemberitaan yang memiliki korelasi erat dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Berbagai format pemberitaan seperti berita langsung (straight news), berita mendalam (depth news), investigasi (investigation news), interpretasi (interpretative news), serta opini (opinion news) ditampilkan dengan tujuan mendistribusikan kabar-kabar yang aktual kepada para penikmat berita. Banyak pula pakar-pakar politik yang diundang untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada media, salah satunya adalah Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator

Pertama kali saya melihat melihat Burhanuddin Muhtad adalah dikala Ia mengisi salah satu segmen di Metro TV sekitar empat bulan yang lalu. Acara tersebut bertajuk Memilih Wakil Rakyat dan dipandu oleh Putra Nababan. Di dalam acara tersebut, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan perihal definisi kontekstual akan hitung cepat pemilu (quick count) dan exit polls. Ia juga menganalisa dinamika perolehan suara partai-partai politik yang menjadi peserta Pemilu Legislatif pada saat itu.

Setelah pertama kali saya melihat tayangan tersebut, saya mulai secara konsisten mengikuti perkembangan Pemilu via stasiun televisi Metro TV, terutama segmen-segmen yang menjadikan Burhanuddin Muhtadi sebagai narasumber. Secara personal, saya menyukai cara penyampaian Burhanuddin Muhtadi terkait isu-isu politik yang terjadi. Lebih jauh lagi, pendekatannya yang menggunakan pakem-pakem akademik membuat tiap pernyataan yang keluar dari mulutnya memiliki fondasi yang solid, sehingga persona yang ditinggalkannya kepada para penikmat berita sangatlah baik. Tidak ada kesan berapi-api, arogan, ataupun inkompeten dari dirinya. Saat diwawancara oleh tabloidnova.com, Ia menjelaskan :

Kerinduan Segala Zaman Bab-7

On advenTVision

Audiobook Bab-7 Pada Masa Kanak-Kanak

Bab-7 ”PADA MASA KANAK-KANAK”

(Pasa! ini didasarkan pada Lukas 2:39, 40)

PADA masa kanak-kanak dan masa muda Yesus tinggal di sebuah kampung pegunungan yang kecil. Tiada tempat di dunia ini yang tidak dapat dipermuliakan oleh hadirat-Nya. Istana raja-raja sebenarnya akan merasa beroleh kehormatan untuk menerima Dia sebagai seorang tanju. Akan tetapi Ia melewati saja rumah orang-orang kaya, istana-is-tana kerajaan, dan pusat-pusat ilmu pengetahuan yang termasyhur, untuk tinggal di Nazaret yang tidak terkenal serta yang dihinakan orang itu.

Rendering New Theme...